stats count
LIGA INGGRIS

Arsene Wenger: Lacazette Merupakan Pemain Berkualitas

Lyon sendiri menerapkan format 4-3-3 atau 4-2-3-1 di mana Lacazette dipasang di posisi terdepan. Kelihaiannya dalam membuka ruang menjadi keliru satu alasan kuat mengapa Nabil Fekir, Mathieu Valbuena, dan Memphis Depay juga turut menyumbangkan lebih berasal dari lima gol bagi Lyon di ajang Ligue 1. Tak jauh tidak serupa bersama dengan bersama dengan skema permainan Arsenal yang juga mengandalkan aspek sayap sebagai lini ke-2 untuk mencetak gol.

Lacazette photo
Photo by phamnhatduy1993

Jika lihat aspek penyelesaian akhir, Lacazette relatif tajam gara-gara lebih intensif bermain sebagai penyerang sedang dalam beberapa musim belakangan. Selain itu, kehadiran Lacazette juga sanggup sebagai bentuk antisipasi jika Sanchez hengkang.

Lacazette merasa membela Lyon sejak musim 2009/2010, itu pun setelah dia memulai kariernya di level junior lebih berasal dari lima tahun. Lacazette tepat itu digadang-gadang menjadi suksesor penyerang Les Gones asal Brasil, Sonny Anderson. Postur tubuh yang tak begitu besar untuk ukuran pemain Eropa, plus kecepatan yang di atas rata-rata, adalah alasannya.

Meskipun begitu, dia membutuhkan perjuangan ekstra untuk memperoleh slot di skuat utama. Bahkan, Lacazette lebih pernah dimainkan sebagai winger gara-gara tersisih oleh Bafetimbi Gomis, Lisandro Lopes, dan juga Jimmy Briand. Kesabaran anak bungsu berasal dari empat bersaudara itu akhirnya membuahkan hasil di musim 2013/2014. Di bawah panduan Remi Garde, Lacazette turun sebanyak 40 kali dan berhasil membukukan 20 gol.

Simak Juga:

Hakan Calhanoglu memberikan Dimensi Berbeda untuk AC Milan

Sanchez Belum Buat Keputusan di Arsenal

Penampilan impresifnya sebabkan Lyon lantas menjadikannya penyerang utama semusim berselang. Klub yang bermarkas di Parc Olympique Lyonnais itu lebih-lebih berani membebaskan Gomis dan Briand yang terhadap awalnya menjadi pilihan reguler.

Nama Lacazette pun segera mencuat usai berhasil mengemas 31 gol berasal dari 39 laga di semua ajang. Tak cuma itu, dia juga berhasil mengungguli Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, dan Andre-Pierre Gignac berasal dari perburuan gelar topskorer melalui 27 gol yang disarangkannya, plus anugerah sebagai pemain terbaik Ligue 1.

Konsistensinya sebagai mesin gol Lyon ulang berlanjut di periode 2015/2016 usai melesakkan 21 golnya. Musim sesudah itu adalah puncaknya, tepat Lacazette berhasil membukukan 28 gol di ajang Ligue 1, kuantitas terbanyak yang pernah dicetak pemain Lyon dalam semusim.

Tapi tersedia satu perihal kontradiktif selama dirinya berseragam Lyon, dia tak pernah serupa sekali mencicipi trofi Ligue 1. Mentok cuma Coupe de France dan Trophée des Champions terhadap 2012 silam.

Sementara itu Lacazette juga juga moncer di kancah internasional. Bagaimana tidak, dia sudah membela Tim Nasional Prancis di berbagai level usia dan berhasil menggondol titel UEFA U-19 bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan Griezmann.

Sampai di situ, terlihat sudah bahwa Lacazette bukan pemain klise. Dia sudah teruji berasal dari aspek mutu dan komitmen bersama dengan bersama dengan Lyon.
Jika menilik berasal dari aspek kebutuhan tim, Lacazette adalah sosok yang tepat bagi skuat The Gunners. Kemampuannya bermain sebagai penyerang sedang maupun sayap merupakan tipikal pemain favorit Wenger yang mengedepankan kecepatan aspek sayap. Alexis Sanchez, Lucas Pérez, Theo Walcott, dan Danny Welbeck adalah contohnya.

Jika Anda merupakan pemain sepak bola asal Prancis, era depan anda sanggup sedikit lebih cerah ketimbang pemain lainnya. Tak kudu memiliki skill mencolok, lumayan tercantum nama negara asal Menara Eiffel itu saja, Anda sanggup dibawa Arsene Wenger ke Arsenal.

Maaf jika kami menyindir. Dan, pasti saja, tidak bermakna Prancis tak memiliki pemain bagus. Malah, sebaliknya, mereka kebanjiran talenta berbakat. Tapi, saking klisenya transfer Wenger dulu, analogi klise itu kudu kami sodorkan.

Perlu bukti? Silakan lihat nama-nama “tanggung” layaknya Jérémie Aliadière, Gilles Grimandi, Yaya Sanogo, Sébastien Squillaci, atau yang paling anyar yakni Francis Coquelin. Mereka sanggup dibilang adalah rekrutan klise Wenger. Kami tak berlebihan gara-gara fakta berkata demikian, bahwa The Professor sebetulnya gemar memungut pemain asal negaranya sendiri yang tak semuanya berujung sukses.

Baru-baru ini Arsenal sudah resmi mengikat Alexandre Lacazette berasal dari Olympique Lyonnais bersama dengan bersama dengan harga 45,05 juta poundsterling (berdasarkan information Transfermarkt), mengungguli Mesut Oezil yang terhadap awalnya menjadi rekrutan termahal Arsenal.

Tak keliru jika Wenger ngotot memboyong Lacazette ke dalam skuatnya. Alasannya lumayan logis, pemain berusia 26 tahun itu masuk dalam klasifikasi pemain underrated berkebangsaan Prancis. Bandingkan bersama dengan bersama dengan nama-nama sekaliber Karim Benzema, Antoine Griezmann, atau Olivier Giroud, gaungnya tak lebih keras berasal dari mereka. Kendati begitu, Lacazette bukan pemain asal-asalan, dia adalah tulang punggung sekaligus bukti nyata berasal dari komitmen Lyon.

 

Show More

Related Articles